10 Film Pendek Indonesia Bersaing di Viddsee Juree Awards Indonesia 2020



Viddsee Juree Awards Indonesia 2020, festival film pendek tahunan yang diadakan untuk memberikan dukungan komune pembikin film di Asia, menunjuk 10 film pendek Indonesia untuk finalis.

Teknik Melatih Ayam Laga Filipina

Film-film pendek Indonesia yang masuk nominasi Viddsee Juree Awards Indonesia 2020 ini adalah hasil karya beberapa sineas berpotensi dari beberapa pelosok Tanah Air yang sudah memperoleh beberapa penghargaan.


Jenis serta tema pada sepuluh film sebagai nominasi Viddsee Juree Awards Indonesia 2020 ini juga cukup bermacam dan mempunyai faktor yang menghibur serta idetif. Contohnya drama yang fokus pada rumor politik, korupsi, jalinan keluarga, dan humor serta satir.


Untuk beberapa sineas berprestasi, sebutlah saja Rofie Fauzie serta Luhki Herwanayogi yang sempat dinominasikan di Festival Film Indonesia.


Lantas ada Razny Mahardhika serta Iqbal Arieffurahman, dua pembikin film muda yang sudah mendapatkan beberapa penghargaan di beberapa festival.


Selanjutnya Najam Yardo serta Sidharta Tata yang disebut pembikin film asal Jogjakarta, dan Mohammad Ifhdal dari Palu.


Untuk judul film dipilih, pertama ada Harapan yang disutradarai oleh Loeloe Hendra. Film ini bercerita tentang seorang gadis remaja yang sedang hadapi keadaan kehamilan tidak diharapkan.


Selanjutnya ada Journey to Iftar karya Razny Mahardika, satu cerita mudah yang memfoto jalinan ayah serta anak lelakinya.


Lantas ada Rendang of Death karya Muhammad Andri Abdi dari Percolate Galactic, satu animasi yang tangkap riuhnya pertikaian di sosial media dengan style yang satir serta komikal dalam suatu Rumah Makan Padang.


Ada dua film dokumenter dalam perincian finalis ini. Pertama ialah Paguruan 4.0 karya Lyanta Laras Putri serta Abdi Firdaus, satu dokumenter yang mengkritik skema pendidikan Indonesia serta telah memenangi Program Dokumenter Eagle Awards 2019.


Film dokumenter ke-2 ialah 50:50 karya Rozie Fauzie yang menyoroti komune transpuan Indonesia lewat cerita figur dari pemikiran transpuan lansia di dalam rumah berkunjung.


"Semua film yang masuk di tahun ini merepresentasikan kreasi serta keberanian beberapa pembikin film Indonesia, yang menggenggam fungsi penting dalam bercerita cerita lokal yang mencerminkan warga Indonesia serta desas-desus yang perlu dibicarakan," tutur Arie Kartikasari sebagai Konten Community Manajer Viddsee Indonesia lewat info tercatat yang diterima Showbiz Liputan6.com.


"Film-film ini dibikin oleh beberapa pembikin film yang benar-benar semangat dengan narasi mereka serta berkemauan untuk berceritanya, hingga bisa tinggalkan impresi dalam buat pemirsa," sambungnya.


Juara akan dipublikasikan pada 8 Oktober 2020 dalam acara penganugerahan yang bisa dilihat dengan cara online di Viddsee. Mendekati informasi, publik bisa berperan serta lewat screening film-film yang sudah dikurasi dan Relay Game bersama-sama beberapa finalis.


Bertepatan dengan Juree, Viddsee akan meluncurkan podcast berbahasa Indonesia bertopik DIFINISEE yang mendatangkan pembicaraan hebat dengan beberapa sineas tentang industri pembikin film lokal.


Pada tempat ini, dua sineas akan mendapatkan gelar Gold serta Silver yang diambil oleh panel juri internasional. Dalam team juri ada Arni Rae Cacanindin, produser film Filipina yang karya pendeknya Employee of the Month disiarkan di Cannes Critics' Week.


Lantas ada Paolo Bertolin, programmer festival, penulis film dan produser yang sudah kerja di beberapa lembaga serta festival internasional seperti IFFRotterdam, Doha Film Institute Mumbai, Beijing, dan Torino Film Festival.


Paling akhir ialah Yosep Anggi Noen, sutradara film Vakansi yang Ganjil serta Penyakit Yang lain yang dinominasikan untuk mendapatkan Golden Leopard di Festival Film Internasional Locarno.


Ada juga Audiens Choice Award yang bisa diiringi oleh semua film baik finalis atau film-film dipilih. Di sini, pemirsa akan pilih film favorite mereka di Viddsee.com.


Periode penyeleksian diadakan sampai 14 September. Juara Audiens Choice Award akan bawa pulang Apple TV serta sertifikat Audiens Choice.


Ide tahunan Juree Awards pertama-tama diselenggarakan di Indonesia pada 2016, selanjutnya di Filipina pada 2017, serta Singapura satu tahun sesudahnya.


Viddsee Juree Awards (‘Juree') adalah penghargaan industri yang rayakan film-film pendek paling baik dari Singapura, Indonesia serta Filipina.


Tiap tahun, bakat serta beberapa pencerita cemerlang dari tiap negara mendaftar film mereka ke panel juri internasional yang akan pilih langsung pemenangnya. Viddsee mengamplifikasi entri dari out-of-competition serta finalis pada komune pemirsa.


Juree ialah sisi dari loyalitas Viddsee untuk meningkatkan jaringan beberapa pencerita untuk memberikan dukungan komune film lokal dan memberikan inspirasi generasi baru beberapa pencerita di semua Asia.


Film berjudul KADO yang diproduseri Mira Lesmana serta Riri Riza dikukuhkan untuk film pendek paling baik. Dalam pertandingan pendek Orizzonti The 75th Venice International Film Festival 2018.


Postingan populer dari blog ini

4 things about the gaming industry

If I wished to get a six-month breather, I do not have actually earnings towards deal with that,"

Income differences and smartphones